Showing posts with label Inspirations. Show all posts
Showing posts with label Inspirations. Show all posts

Saturday, October 8, 2011

Some Inspiring Quotes







I Wish My Room...

1. Didominasi oleh warna putih.

2. Ada rak buku untuk menyimpan kitab-kitab pelajaran, komik, majalah dan novel.

3. Ada spot khusus untuk gitar akustik saya.

4. Terkadang saya pengen juga ada wall painting disana, gambarnya bunga sakura gitu biar semangat inget mimpi saya mau ke Jepang hehe.

5. Ada meja belajarnya juga dan lemari pakaian pastinya.

6. Saya juga mau jendela kamar saya itu jendela yang agak lebar biar puas liat bintang sama liat hujan, terus nanti jendelanya mau saya hias pake snowflakes kertas bikinan saya. Walaupun Indonesia adalah negara beriklim tropis tapi saya bisa nikmatin salju dari salju saljuan bikinan saya sendiri /wahaha

7. Ada hanger juga di pojok kamar

8. And the last, there's no mirror in my room

#LangsungBerencanaBersihBersihKamar

Monday, September 5, 2011

Cosplay Project

Readers and blogger konbanwa ^^

Ini lho saya pengen bikin baju cosplay gitu tapi, design sudah dibuat dan agak agak mirip bajunya si Utau Hoshina haha /XD
begini nih kurang lebih contoh gambar bajunya (maaf ga pake gambar saya abis gambar saya jelek pisan malu).


tapi itu renda rendanya mau saya jadiin putih semua haha. Naaah saya mau tambahin sayap malaikatnya biar jadi kayak Sherapic Charmnya Utau *.*


naaah karena saya susah banget banget dapet sayapnya makanya saya mau bikin aja dari impraboard terus bulu bulu disayapnya pake kertas krep atau miloks bulu bulu ayam buat bersih bersih (ini cara bikin sayap saya dapet dari mbah google dan beberapa sumber terpercaya).
Tapi masalahnya saya gatau bentuk impraboardnya gimana, apalagi tempat jualnya huhu. Somebody help me please~

Mudahmudahan jadilah ini baju buat cosplay di GJ dan Japan Day di 6 amin ><

Thursday, June 9, 2011

Aku Pernah Datang dan Aku Sangat Penurut

Hey readers and bloggers /hi
Hujan hujan begini emang enaknya tiduran sambil denger musik hihi. Jadi inget tadi saya baca satu cerita mengharukan di salah satu note teman saya, saya copy paste aja hehe udah ijin sama dianya juga hehe. Check this out minna-san!


Ini kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu dan polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah aku pernah datang dan aku sangat penurut. Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat di mana papanya menemukan anak kecil tersebut di atas hamparan rumput. Di sanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yuan.
Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil, anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Di tengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di
sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi, saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara, tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena
papanya merasa tidak enak, kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar $ 300.000. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu-satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir di kala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun, kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang ke rumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya, lihatlah foto ini". Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya menyebar ke seluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah mengumpulkan 560.000 dollar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.
Ada seorang teman di e-mail bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta, saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi, Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu Yuan yang dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya, air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen di mana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan di pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut, fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante, kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, "karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante, saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante, ini adalah surat wasiat saya."

Fu Yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut, ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan di atas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.
Dalam satu artikel itu, nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Di belakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,....... Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah, setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Aku pernah datang dan aku sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 Agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan penderitaannya, tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air sungguh telah pergi ke dunia lain.

Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil di atas langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Di depan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan
kepergian Yu Yuan.

Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Di atas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 Nov 1996 - 22 Agustus 2005). Dan di belakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah di saat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita leukimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.
Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami di atas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".



Gimana readers dan bloggers ada yang udah pernah baca kisah nyata di atas?
Saya udah pernah baca sebelumnya sih di Reader Digest tapi saya nemu juga di note temen saya dan saya suka.
Semoga kisah nyata diatas jadi pelajaran bagi kita semua amin /bye

Saturday, June 4, 2011

. . .

Mendekat, menjauh,
Mendekat lagi namun makin menjauh.
Aku merasa seperti menggenggam angin,
Tak tersentuh tapi bisa dirasakan disekelilingku.
Pernahkah merasa dua dunia berputar lalu menjadi satu dengan baik?
Begitu menginginkan tetapi,
Terlalu jauh untuk ada di tempat yang sama denganmu.

Selalu berlari tiap aku berusaha mendekap.
Terlalu pelan berjalan saat aku menjauh.
Berusaha menggapai saat kuusahakan tidak mengingat.
Menarikku masuk kedalamnya tanpa berkata tapi begitu kuat.
Jujur kukatakan.
Sesuatu hal tak terjangkau bagiku ini begitu menarik.

Perasaan ini tak terbaca.
Terlalu samar samar.
Tak terkatakan.
Tetapi menenangkan.

Jauh dan dekat.
Hanya dalam jarak.
Jauh dan dekat.
Jangan terlalu jauh denganku dan jangan terlalu dekat.
Jauh dan dekat.
Terlalu jauh maka aku rebah.
Jauh dan dekat.
Jauh dan dekat.

Saturday, May 28, 2011

Why Do I Love ENVY

Hari ini gue mau share tentang rasa iri haha. Wow banget ya bahasan kali ini hahaha /nobigdeal
okelah mulai aja.
Rasa iri atau envy bisa juga jealous adalah rasa tidak menyukai atau ingin memiliki sesuatu dari punya orang lain, pokoknya bawaanya ga seneng aja orang lain ada yang lebih dari kita. Haha betul ga definisi envy saya?


Kalo boleh saya ngaku ngaku dikit sih saya adalah seorang yang irian. No no no... Bukan iri yang sampe pengen celakain orang kayak di sinetron sinetron gitu, itu bukan saya bangeeeet hiii /floor

Jadi begini envy versi saya..
Envy versi saya itu lebih kearah suka bukan ga suka, jadi saya envy sama orang ya berarti ada hal yang saya sukai dari orang itu dan mungkin saya akan belajar buat punya hal yang saya suka dari dia. Misalkan dia bisa main gitar ya saya juga nyoba main gitar dan saya akan lebih baik dari dia suatu hari nanti hehe.

Ehem saya itu bisa dibilang super envy sama orang yang sukses dan yang mandiri gitulah. Kadang saya juga sampe ngehayal gimana kalo saya jadi orang itu ya pasti enak banget haha.

Terus juga saya juga super envy sama orang orang yang punya double eyelid kayak orang Jepang/Korea itu haha. Pengen bangeeet mata saya emang sipit tapi ga double eyelid -_- #syukuri apa yang ada aja de hihi

Saya juga envy sama juara juara kelas, ya gimana itu cara mereka belajarnya hihi saya paling banter juga cuma 3 besar. Rasanya pengen nyuri 1/4 ketekunan mereka hihi.
Saya juga super envy sama orang yang walaupun dia sakit, dia capek dia sebel tapi ga pernah nunjukkin itu sama orang lain. Saya jadi mau nyoba dikit dikit buat nyembunyiin emosi hihi.
Saya juga super envyyyy sama orang yang tinggi hehe saya mungil banget nih saya malu ih padahal juga udah tua.
Ini dia contoh orang yang saya iriin banget bangeet



Haha Im Yoona ini sosok cewe yang saya sukaaa banget #mataberbinar

Dan daftar ke-envy-an saya belum habis sampe disitu. Kalo saya jabarkan juga keriting saya ngetiknya /XD

Readers yang baik, beneran sambil ngeposting ini saya ngaca pake layar hp dan saya liat diri saya lagi. Allah menciptakan saya begini pasti ada sesuatu yang Allah mau dari saya, saya cuma perlu meminimalisir kekurangan dalam diri saya terus nambahin kelebihan kelebihan saya, jadi mungkin saya bakal bikin 'tembok pertahanan' biar kekurangan kekurangan saya ketutup sama kelebihan kelebihan saya hehe. Saya percaya makhluknya tidak ada yang buruk begitu juga kalian semua.

Kesimpulan hari ini, envy itu ga selamanya buruk asal envy yang dipake adalah yang bisa bikin kita lebih baik lagi, bisa bikin kita terdorong buat jadi lebih daripada dia yang kita iriin tapi secara sehat /bye

Sunday, May 22, 2011

Dream

I have a dream, a song to sing~
sepenggalan lagu dari Westlife itu keluar pas gue masih SD. Kali ini gue pengen posting tentang MIMPI /hihi


Readers dan bloggers yang baik hati pasti kalian juga punya mimpi kayak gue. Mimpi itu apa? Mimpi yang bukan bunga tidur yang gue bahas sekarang hehe tapi lebih kearah cita-cita atau keinginan dan harapan. Menurut gue, mimpi adalah suatu keadaan dimana seseorang menginginkan sesuatu yang menurutnya sangat penting baginya atau orang lain dan dia akan berusaha dengan tekun sampai dia mencapainya atau benar benar berada didalamnya. Definisi mimpi dari gue ga jelek jelek amatlah haha /hmm

Kalo boleh jujur gue orang yang sangat rakus dalam urusan mimpi yang ini haha yah memang bermimpi itu asik apalagi mimpiin yang bagus bagus hehe.

Ayoo readers dan bloggers yang gue banggakan, udah pada ngerencanain mimpinya sendiri sendiri kan? Mimpi yang dalam jangka pendek, menengah atau panjang pun boleh hehe. Mimpi yang dirancang atau direncanain sejak awal itu sangat bagus lho. Manfaatin masa masa muda dengan ngerencanain mimpi dan ngelakuin apapun yang disukai tapi dengan cara yang positif (gue lagi kesurupan hantu tua haha sok tua banget nasehat nasehat haha maaf banget nih). Daripada readers dan bloggers pada galau sama hal hal yang sebenernya ga begitu penting dan belum dibutuhin lebih baik sekarang lebih dipake buat masa depan masing masing.

Kata guru gue, "semakin sering kamu menuliskan mimpimu di selembar kertas maka perlahan lahan mimpi itu akan jadi nyata."
Sekedar contoh aja nih hehe : Pada waktu itu guru gue masih belum punya rumah tapi masih kontrak, nah setiap hari pas waktu senggang dia gambar rumah impiannya dia. Rumah yang ada satpamnya biar aman, rumah yang banyak pohonnya dan lain lain yang dia mimpiin tentang rumah barunya dia gambarin disana.
Hampir setiap hari dia ngelakuin itu, sampai suatu ketika guru gue dapet rezeki dan bisa beli rumah. Ajaibnya rumahnya itu sebelas dua belas sama yang dia impiin selama ini. Hebat yaa kekuatan sebuah mimpi.


Gue terinspirasi dan sampai sekarang gue masih nulis mimpi-mimpi gue. Gue percaya apa yang gue impiin perlahan lahan pasti mendekat sama gue hehe. Readers dan bloggers masih stay tune sama gue kan? Hehe.

Kalo readers atau bloggers ragu sama mimpi kalian maka tuliskanlah mimpi kalian dan simpan baik baik, setelah itu lihat beberapa waktu kemudian pasti kalian bakal kaget bahwa perlahan lahan kalian makin deket sama mimpi kalian dan akhirnya kalian berada didalam mimpi kalian dengan kata lain kalian bisa mencapainya.

So keep dreaming and don't forget to chase it. Fighting!
Good night readers and bloggers /XD